Rabu, 17 Mei 2017

KERAJINAN TANGAN

LAMPU HIAS DARI KARDUS BEKAS

Hasil gambar untuk lampu hias dari kardus bekas
POT BUNGA DARI BOTOL BEKAS
Hasil gambar untuk pot bunga dari botol bekas
TEMPAT TISU DARIKAIN FLANEL
Hasil gambar untuk tempat tisu dari kain flanel

KONFLIK SOSIAL


Pengertian Konflik Sosial

Kata konflik berasal dari bahasa Latin yaitu configere yang berarti saling memukul. Dilihat dari segi sosiologis, pengertian konflik sebagai suatu proses sosial di mana dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Latar belakang konflik, sebagai proses sosial adalah adanya perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu yang terlibat dalam suatu interaksi. Di antaranya adanya perbedaan ciri-ciri fisik, kepandaian pengetahuan, adat istiadat, keyakinan dan lain sebagainya.

Sebelum mengetahui lebih jauh tentang konflik sebaiknya sobat harus mengetahui dulu arti konflik. Para ahli telah memberikan definisi mengenai konflik dari sudut pandang yang berbeda-beda. Berikut ini pendapat para ahli mengenai pengertian konflik.

Menurut Soerjono Soekanto konflik adalah pertentangan atau pertikaian yaitu suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan, disertai dengan ancaman atau kekerasan.

Menurut Collin konflik adalah proses sentral dalam kehidupan dalam kehidupan sosial karena setiap orang memiliki sifat sosial (sosiable) tetap dalam hubungan sosial tersebut terkadang menggunakan kekerasan karena setiap orang mempunyai kepentingan sendiri. Konflik sangat mungkin terjadi karena adanya kepentingan saling bertentangan.

Menurut Dr. Robert M.Z. Lawang konflik yaitu perjuangan untuk memperoleh hal yang langka, seperti nilai, status, kekuasaan dan sebagainya, dimana tujuan mereka yang terlibat dalam konflik bukan hanya untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya.

Menurut Bertesin (1965) konflik merupakan suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah. Konflik ini mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan negatif dalam interaksi manusia.

Menurut Ariyono Suyono konflik adalah proses atau keadaan di mana dua pihak berusaha menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing disebabkan adanya perbedaan pendapat, nilai ataupun tuntutan dari masing-masing pihak.


Dari beberapa pendapat dapat tersebut dapat disimpulkan bahwa konflik berlangsung dengan melibatkan orang-orang atau kelompok-kelompok yang saling menantang dengan ancaman kekerasan. Dalam bentuk ekstrimnya, konflik dilangsungkan tidak hanya sekedar untuk mempertahankan hidup dan eksistensi. Konflik juga bertujuan sampai tahap pembinasaan eksistensi orang atau kelompok lain yang dipandang sebagai lawan atau saingannya.

Faktor Penyebab Konflik

1. Perbedaan Individu

Setiap individu memiliki pendirian, perasaan dan kepribadian yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut ternyata saling mengisi kekurangan masing-masing orang yang terdapat dalam suatu proses sosial. Yang terpenting kita jangan melakukan tindakan yang dapat mempertajam perbedaan tersebut.

2. Perbedaan Latar Belakang Budaya

Masing-masing kelompok kebudayaan mempunyai nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berbeda ukurannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Perbedaan inilah yang dapat mendatangkan konflik sosial sebab kriteria tentang baik buruk, sopan tidak, pantas tidak pantas bahkan berguna tidak berguna sesuatu, baik itu benda fisik maupun nonfisik berbeda-beda menurut pola pemikiran masing-masing yang berdasarkan pada latar belakang kebudayaan masing-masing.

3. Perbedaan kepentingan

Setiap orang atau kelompok mempunyai kepentingan yang berbeda karena setiap orang orang memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Contoh perbedaan kepentingan dalam memanfaatkan hutan antara pencari kayu bakar, pengusaha kayu, pecinta lingkungan dan pelestarian budaya. Konflik dapat terjadi akibat perbedaan kepentingan tersebut.

4. Perubahan Nilai-nilai yang Cepat

Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi. Namun bila perubahan tersebut berlangsung cepat bahkan mendadak akan menyebabkan terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis. Perbedaan tersebut bila terjadi secara cepat dapat dianggap mengacaukan tatanan kehidupan masyarakat yang telah ada.

Bentuk-Bentuk Konflik

1. Konflik Individu

Konflik ini terjadi antara individu yang satu dengan individu yang lain. Hal ini disebabkan oleh benturan kepentingan. Contohnya konflik antara orang tua dengan anak, konflik antara suami dan istri, konflik antara guru dengan siswa dan lain sebagainya.

2. Konflik Politik

Konflik ini terjadi apabila suatu kelompok dengan kelompok yang lain memiliki kepentingan yang sama dalam bidang politik. Di dalam masyarakat Indonesia terdapat perbedaan-perbedaan dalam pilihan politik yang berkaitan langsung dengan status, kekuasaan, dan penguasaan sumber-sumber ekonomi.

Fenomena ini dapat dilihat dan disaksikan bersama dari berita-berita di media masa baik cetak maupun elektronik. Misalnya, bentrok antara pendukung dua partai politik yang berbeda. Di pemerintahan yang merupakan lembaga yang menjalankan kekuasaan, para anggota DPR atau pejabat pemerintahan terlibat baku hantam dan perseteruan karena kalah mempertahankan kekuasaannya.

3. Konflik Antarkelompok Sosial

Terjadinya mobilitas sosial disebabkan oleh salah satu kelompok yang berusaha untuk menguasai kelompok yang lain. Gejala ini antara lain tampak dari tuntutan perlakuan baru antara kelompok sosial akan hak dan kewajibannya. Dengan demikian, terjadinya persaingan antarkelompok sosial untuk merebut dominasi dan menindas terhadap suatu kelompok sosial oleh kelompok sosial lainnya. Misalnya, konflik rasial di Afrika dengan berlakunya politik Aparthied, yang akhirnya dimenangkan oleh kulit hitam yang mayoritas, dengan terpilihnya Nelson Mandela sebagai presiden.

4. Konflik Antarkelas Sosial

Adanya mobilitas sosial menyebabkan individu-individu ke dalam kelas sosial. Hal ini berarti akan membawa perubahan dalam kelas sosial baik kelas atas, kelas menengah, maupun kelas bawah. Dengan adanya keadaan seperti ini keseimbangan dalam masyarakat menjadi terganggu. Gangguan keseimbangan itu berkaitan dengan kepentingan individu atau kelompok, sehubungan dengan adanya orang baru atau kelompok baru dalam suatu kelas sosial. 

Kepentingan-kepentingan yang dimaksud dapat berupa kepentingan ekonomi, politik, maupun kepentingan sosial, sehingga terjadi benturan-benturan kepentingan yang dapat menimbulkan konflik antarkelas sosial. Misalnya, konflik antarkaryawan dengan pimpinan dalam suatu perusahaan, karyawan menuntut peningkatan kesejahteraan dan kenaikan gaji, sementara pihak perusahaan seringkali mengabaikannya.

5. Konflik Antargenerasi

Setiap generasi mempunyai nilai-nilai, norma-norma dan kebudayaan yang berbeda-beda konflik antargenerasi dapat terjadi bila muncul suatu permasalahan yang satu ingin mempertahankan nilai yang sama, sedangkan yang lain ingin mengubahnya. Contohnya, rencana dimasukkannya pendidikan  dalam pengajaran sekolah, rencana itu menimbulkan perbedaan pendapat antargenerasi. Pada umumnya generasi tua tidak sependapat karena ingin mempertahankan nilai-nilai lama atau tradisionalnya.

6. Konflik Internasional

Konflik ini terjadi apabila bangsa yang satu dengan bangsa yang lain terjadi benturan kepentingan, misalnya konflik antara Israel dengan Palestina.

7. Konflik Antarpenganut Agama

Dengan dijiwai toleransi dan saling menghormati, kehidupan beragama di Indonesia, dapat dikatakan rukun. Warga masyarakat antarumat beragama selalu menjalin hubungan kerja sama atau tolong-menolong. Meskipun demikian, dalam hubungan antarumat beragama mungkin saja timbul kesalahpahaman karena sikap prasangka negatif dari penganut agama yang satu terhadap yang lain.

Dampak Konflik Sosial

Dampak positif konflik sosial:
  1. Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau masih belum tuntas ditelaah, misalnya perbedaan pendapat terhadap suatu masalah dalam suatu diskusi atau seminar.
  2. Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma dan nilai-nilai serta hubungan sosial dalam kelompok yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan individu dalam kelompok.
  3. Merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antara individu dengan kelompok.
  4. Dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma dan menciptakan norma-norma baru.
  5. Dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat.

Dampak negatif konflik sosial:
  1. Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in group solidarity) yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain.
  2. Keretakan hubungan antarindividu atau kelompok.
  3. Perubahan kepribadian dari individu.
  4. Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia.
  5. Akomodasi, dominasi dan bahkan penaklukkan salah satu pihak yang terlibat dalam pertikaian.

SEJARAH PERANG DUNIA I DAN II


SEJARAH PERANG DUNIA I
Hasil gambar untuk perang dunia 1

Sebelum perang dunia I dimulai, konflik antara Kekuatan Sentral (yang waktu itu disebut Aliansi Dua) dan Rusia sudah terbentuk. Hal ini terjadi pada Oktober 1873 di mana kanselir Jerman pada masa itu, Otto von Bismarck, melakukan negosiasi untuk pembentukan Liga Tiga Kaisar (Dreikaiserbund) antara Austria-Hongaria, Jerman, dan Rusia. Negosiasi ini gagal dan menyisakan Austria-Hongaria yang beraliansi dengan Jerman pada tahun 1879. Bagi Rusia, hal ini adalah salah satu cara Aliansi Dua untuk melawan kekuatan militer Rusia di Balkan ketika Kesultanan Utsmaniyah semakin lemah. Konflik Eropa ini masih bisa dihindari hingga tahun 1870, karena perjanjian yang diatur oleh Kekaisaran Jerman untuk menjaga Rusia tetap di pihak mereka. Pada tahun 1882, aliansi yang dibentuk oleh Jerman dan Austria-Hongaria meluas dan Italia bergabung dengan mereka, mengubah namanya menjadi Aliansi Tiga.
Kejadian yang membuka pintu sejarah terjadinya perang dunia I adalah pembunuhan Adipati Agung Franz Ferdinand yang merupakan pewaris tahta Austria-Hongaria di Sarajevo oleh Gavrilo Princip, seorang pelajar Serbia Bosnia. Peristiwa itu menjadi alasan bagi Austria-Hongaria untuk memberi ultimatum berisi sepuluh permintaan yang tidak masuk akal hanya untuk memulai perang dengan Serbia, dan ketika Serbia hanya menyetujui delapan permintaan, Austria-Hongaria mendeklarasikan perang terhadap Serbia pada tanggal 28 Juli 1914. Deklarasi perang oleh Austria-Hongaria ini mendorong Kekaisaran Rusia untuk memobilisasi pasukannya sehari kemudian.

Pada 30 Juli 1914, Kekaisaran Jerman menerapkan Rencana Shlieffen dengan menginvasi Perancis untuk mengalahkan kekuatan angkatan daratnya dan bergerak ke timur untuk melawan Rusia. Tekanan militer akan rencana invasi Jerman ini membuat tentara Perancis mundur 10 kilometer agar tidak terjadi insiden apapun. Mobilisasi tentara Perancis baru dimulai pada malam 2 Agustus 1914 saat Jerman menyatakan perang terhadap Rusia dan menyerbu Belgia. Penyerbuan Belgia ini membuat Britania Raya juga menyatakan perang terhadap Jerman pada tanggal 4 Agustus 1914 karena Jerman dianggap menghiraukan ultimatum bahwa Belgia harus tetap netral.
Saat perang berlangsung, Amerika memilih untuk tidak memihak siapapun dan mencoba untuk menciptakan perdamaian. Ketika satu kapal-U milik Jerman menenggelamkan RMS Lusitania tanggal 7 Mei 1915 dan menewaskan 128 warga Amerika yang ada di dalamnya, Woodrow Wilson menuntun Jerman menghentikan perang kapal selam yang akhirnya diabaikan oleh Jerman. Pada tahun 1917, Jerman yang sadar bahwa Amerika akan ikut perang mengajak Meksiko bergabung dengan imbalan dana perang bagi Meksiko. Amerika akhirnya menyatakan perang pada 6 April 1917 setelah Jerman menenggelamkan tujuh kapal dagang mereka.
Selama perang berlangsung, Jerman menderita lebih dari 6 juta korban dan mulai mencari jalan damai. Tanggal 3 November, Austria-Hongaria mengirimkan bendera putih dan meminta gencatan senjata lewat telegram. Gencatan senjata itu ditandatangani pada tanggal 3 November di Villa Giusti. Jerman juga menandatangani gencatan senjata pada tanggal 11 November di Compiegne menandakan berakhirnya bagian pertama dari sejarah terjadinya perang dunia I.

SEJARAH PERANG DUNIA II
Hasil gambar untuk perang dunia 2
Kekalahan Jerman pada Perang Dunia I membuat banyak perubahan besar terutama di bidang teritori dan ekonomi Jerman. Karena perjanjian Versailles, Jerman kehilangan 13% wilayahnya, dilarang menganeksasi negara lain, membatasi jumlah pasukan bersenjatanya, dan harus membayar biaya kerusakan akibat perang. Sementara itu di Italia, kaum nasionalis berang karena janji Britania dan Perancis tidak dipenuhi, dan akhirnya Benito Mussolini berhasil menjadi penguasa di Italia dari tahun 1922.
Kekaisaran Jerman dibubarkan lewat revolusi Jerman dan bangkit kembali sebagai Republik Weimar. Hal ini membuat salah satu pemuda Jerman dengan nama Adolf Hitler bergabung dengan Partai Pekerja Jerman untuk menolak pemerintahan Jerman yang baru dan melaksanakan revolusi pada tahun 1923. Karena gagal, Hitler dilemparkan masuk penjara. Setelah dibebaskan pada tahun 1924, Hitler berhasil memukau hati rakyat dengan mengecam perjanjian Versailles dan paham anti-komunismenya. Hitler yang akhirnya ditunjuk menjadi kanselir mengubah nama Republik Weimar menjadi Reich Ketiga pada tahun 1933. Hal ini diperburuk dengan bergabungnya Jerman dan Teritori Cekungan Saar yang sama-sama menolak perjanjian Versailles, mempercepat proses pengembalian kekuatan tempur Jerman.
Perang yang dideklarasikan oleh Perancis, Britania Raya, dan negara persemakmuran lainnya pada tanggal 3 September 1939 menandakan halaman baru dalam sejarah terjadinya perang dunia II. Salah satu upaya mereka untuk memperlemah Jerman adalah dengan memblokir perairan mereka.
Sementara Soviet yang telah menandatangani gencatan senjata dengan Kekaisaran Jepang pada tanggal 17 September juga mulai menyerang wilayah Polandia. 100.000 anggota bersenjata Polandia dipindahkan ke Rumania dan Negara Baltik. Sebagian besar tentara tadi juga akhirnya dikirim melawan Jerman di daerah lain. Peristiwa-peristiwa inilah yang menjadi tonggak akhir sejarah terjadinya perang dunia II yang lagi-lagi berujung dengan kekalahan pihak Jerman pada tanggal 29 April 1945.

ANALISIS SWOT


ANALISIS SWOT

Adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengthsweaknessesopportunities, dan threats). SWOT akan lebih baik dibahas dengan menggunakan tabel yang dibuat dalam kertas besar, sehingga dapat dianalisis dengan baik hubungan dari setiap aspek.
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.


1. Strenght (S) atau disebut sebagai analisis kekuatan
Yakni situasi ataupun kondisi yang merupakan gambaran kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Yang harus di lakukan dalam mengunakan analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan dan kelemahan yang dimiliki kemudian dibandingkan dengan para pesaing-pesaingnya. Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul didalam kualitasnya, maka keunggulan itu dapat di manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat kualitas yang lebih baik.
2. Weaknesses (W) atau disebut sebagai analisi kelemahan
Yakni situasi ataupun kondisi yang merupakan gambaran kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Weaknesses merupakan cara untuk menganalisis kelemahan yang ada dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi. Yang mana kelemahan tersebut dapat menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi. Misalnya jika perusahaan tersebut terdapat kendala dalam pemasaran yang kurang baik, maka perusahaan harus meneliti kekurangan-kekurangan yang di miliki yang berhubungan dengan sektor pemasaran. Agar nantinya permasalahan tersebut tidak membuat perusahaan menjadi kalah saing dan mudur di bandingkan perusahaan lainnya.
3. Opportunity (O) atau disebut sebagai analisis peluang
Yakni situasi atau kondisi yang merupakan gambaran peluang yang ada dari sisi luar suatu organisasi atau perusahaan dan gambaran tersebut dapat memberikan peluang berkembangnya suatu organisasi atau perusahaan dimasa depan. Opportunity merupakan ananlisis yang digunakan untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang. Baik dimasa kinia ataupun masa yang akan datang. Misalnya sebuah perusahaan industri minuman berada di daerah yang panas. Yang mana daerah tersebut sangat membutuhkan minuman segar dengan harga yang terjangkau. Maka perusahaan tersebut memiliki peluang untuk menciptaka produk minuman yang segar dan harganya terjanggaku.
4. Threats (T) atau disebut sebagai analisis ancaman
Yakni situasi atau kondisi yang merupakan gambaran ancaman dari suatu perusahaan atau oraganisasi dalam menjalankan suatu usaha. Theart merupakan cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi dalam menghadapi berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan. Yang mana ancaman tersebut dapat menyebabkan kemunduran suatu perusahaan. Jika tidak segera di atasi, maka ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang yang akan dijalankan. Misalnya sebuah organisasi kelompok pengrajin rotan di daerah pedesaan. Dengan kondisi lingkungan yang semakin moderen serta banyaknya kebakaran hutan yang terjadi membuat mereka semakin sulit untuk memperoleh bahan baku, Maka oragnisasi tersebut dapat menganalisis hal-hal apa yang menyebapkan tantangan atau ancaman tersebut terjadi.

Manfaat Analisis SWOT


Metode analisis SWOT merupakan metode analisis yang paling dasar dalam melakukan analisis strategi, yang bermanfaat untuk mengetahui suatu permasalahan ataupun suatu topik dari 4 empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisis ini biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan suatu perusahaan tau organisasi  dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan yang dimiliki dan juga menghindari berbagai ancaman yang terjadi.
Jika digunakan dengan baik dan  benar, maka analisis ini akan dapat digunakan untuk membantu melihat sisi-sisi yang terabaikankan atau tidak terlihat dari sebuah perusahaan atau organisasi. Dari uraian diatas tadi, analisis SWOT adalah instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi dalam manajemen perusahaan atau organisasi . Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisir kelemahan atau kekurangan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak dari ancaman yang timbul dan harus dihadapi.

Rabu, 15 Februari 2017

Konversi Energi


KONVERSI ENERGI

Pengertian konversi energi adalah perubahan bentuk energi dari yang satu menjadi bentuk energi lain. Textbook buku fisika tentang hukum konservasi energi mengatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan (dibuat) ataupun di musnahkan akan tetapi dapat berubah bentuk dari bentuk yang satu ke bentuk lainnya.

Revolusi industri yang dimulai dari penemuan mesin uap oleh James Watt, ini adalah contoh konversi energi dari energi batubara menjadi energi gerak mesin uap. Pada kehidupan sehari-hari misalnya energi lisrtik diubah menjadi energi cahaya lampu atau panasnya heater, dinginnya AC (air conditioner) atau menjadi energi gerak motor listrik dan lain sebagainya. Pada masa sekarang memang peranan energi listrik ini cukup luas dan lebih mudah meng-konversi energi listrik ini menjadi bentuk energi lain. Energi listrik sendiri adalah produk konversi energi dari energi lain seperti energi kinetik air terjun, energi uap/panas bumi, energi minyak diesel, energi batubara dan lain sebagainya.